Log in Register

Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Inscription

* Required field.
Name *
Username *
Password *
Email *

Kepanjen Malang Masuk Kawasan Lumbung Padi

Malang (beritajatim.com) - Ibukota Kabupaten Malang, di Kota Kepanjen, merupakan kawasan lumbung padi. 

Hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian RI, Dr.Ir.Syakir, Jumat (12/1/2018) saat melakukan Safari Panen Raya Tanaman Padi di Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam panen raya padi milik Kelompok Tani Mekar Sae 1-4 tersebut, hadir Kepala BPPT Pemprov Jatim dan Jawa Tengah. 

Dandim 0818 Malang, Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Serta Muspika Kepanjen dan puluhan petani. 

Safari Panen Raya merupakan kegiatan untuk membuktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa saat ini, Pemerintah sedang meningkatkan upaya swasembada pangan dengan berikan tekhnologi dan bantuan bibit untuk penanaman padi tanpa ada lahan tidur. Dimana pola tanam, terus berjalan guna surplus gabah hingga tersedianya beras untuk swasembada pangan.

“Indonesia adalah negara agraris, maka Indonesia harus swasembada beras. Jangan sampai masalah pangan ketergantungan dengan negara tetangga. Karena ini merupakan harga diri Bangsa. Kalau masalah pangan masih menggantungkan negara tetangga itu sangat membahayakan,” ungkap Syakir. 

Menurutnya, sekarang sudah tidak berlaku paradigma lama yang mengenal musim Panen dan musim paceklik. “Sekarang sudah paradigma baru, yang tidak mengenal musim Paceklik. Jadi untuk menuju paradigma baru negara membentuk bendungan dan saluran pengairan,” bebernya. 

“Untuk bantuan alat produksi pertanian akan ditambah lagi. Masyarakat cepat melaporkan alat apa yang dibutuhkan. Yang tidak kalah pentingnya bahwa Kepanjen merupakan lumbung padi,” tegas Syakir.

Ia melanjutkan, tujuan semuanya ini adalah bagaimana Indonesia memiliki ketahanan pangan dan mampu swasembada pangan. 

“Dengan peningkatan nilai jual gabah dan beras membuktikan sudah waktunya petani mendapatkan hasil yang maksimal, agar tidak meninggalkan lahan pertanian dan beralih ke fungsi lainnya,” Syakir mengakhiri. (yog/ted)

Read more http://www.beritajatim.com/politik_pemerintahan/318456/kepanjen_malang_masuk_kawasan_lumbung_padi.html


Help us tackle fake news.
Rate this article for better journalism.

Average Rating :

You are not logged in. Please login to continue

Article Quality:
I recommend:

Ratings

 SidebarRight
Suggestions to follow
Users
13485